Jaringan Kerja

Program ini bertujuan untuk penguatan jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait baik di Indonesia maupun di luar negeri, terutama mengembangkan jaringan pusat-pusat perlindungan/ konsultasi yang dapat diakses secara langsung oleh perempuan.

Jaringan Kerja Mitra Perempuan

Mitra Perempuan Women’s Crisis Center dalam melakukan kegiatan advokasinya bekerjasama dengan berbagai lembaga yang tergabung dalam beberapa jaringan, antara lain:

1.    Jaringan pemantauan implementasi konvensi CEDAW: CEDAW Working Group Initiative (CWGI)

Visi:
Terwujudnya kondisi masyarakat Indonesia yang bebas dari diskriminasi, marjinalisasi, dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.
Tujuan Umum:
Memantau pelaksanaan Konvensi CEDAW sebagai upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi, marjinalisasi dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.
Misi:

a.    Mensosialisasi informasi dan penyadaran tentang prinsip-prinsip    Konvensi CEDAW ke masyarakat.
b.    Melakukan advokasi untuk mendesak kewajiban negara dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Konvensi CEDAW ke dalam kebijakan dan implementasinya.
c.    Memantau pelaksanaan konvensi CEDAW dan penyusunan laporan secara berkala sebagai sebagai alat advokasi.
d.    Mengumpulkan data dan informasi terkait dengan isu diskriminasi, marjinalisasi, dan kekerasan terhadap perempuan.
e.    Mengembangkan jaringan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait untuk penghapusan diskriminasi, marjinalisasi, dan kekerasan terhadap perempuan di tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional.
Hasil yang Diharapkan:
a.    Terbangunnya pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk berkontribusi dalam mewujudkan prinsip-prinsip konvensi CEDAW.
b.     Terpenuhinya kewajiban Negara untuk mewujudkan prinsip-prinsip Konvensi CEDAW ke dalam peraturan perundang-perundangan, kebijakan, dan program.
c.   Tersusunnya laporan berkala hasil monitoring pelaksanaan konvensi CEDAW di Indonesia.
d.   Terbentuknya Clearing House terkait dengan data dan informasi tentang diskriminasi, marjinalisasi, dan kekerasan terhadap perempuan.
e.    Terjadinya perluasan jaringan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait untuk penghapusan diskriminasi, marjinalisasi, dan kekerasan terhadap perempuan di tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional.

2.    Jaringan advokasi & pemantauan implementasi UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

3.    Jaringan advokasi amandemen UU kesehatan: Forum Kesehatan Perempuan

4.    Aliansi Perempuan untuk Demokrasi

5.    Jaringan kerjasama dengan para penegak hukum – pendidikan publik

6.    Jaringan kerjasama dengan dokter kesehatan jiwa, dokter anak, dan  dokter kebidanan

7.    Jaringan advokasi UU Pembantu Rumah Tangga, perubahan UU Perkawinan dll

8.    Network lainnya: ICOMP, Uplift, ARROW, JKPIT