Partisipasi Mitra Perempuan dalam ASEAN People’s Forum 2011

May 5, 2011
Salah Satu Kegiatan dalam ASEAN People's Forum

Salah Satu Kegiatan dalam ASEAN People's Forum

Mitra Perempuan Women’s Crisis Centre turut berpartisipasi dengan menghadiri ASEAN Civil Society Conference/ASEAN People’s Forum 2011 yang merupakan pertemuan akbar tahunan masyarakat sipil dari 10 negara-negara Asia Tenggara. Pada tahun ini kegiatan tersebut merupakan pertemuan tahun ke-7 yang berlangsung di Indonesia mulai tanggal 3 Mei hingga 5 Mei 2011 di Hotel Ciputra Jakarta Barat.

Forum yang sering disebut APF atau ACSC ini biasanya diselenggarakan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, dan forum ini sangatlah penting untuk mempengaruhi pengambilan keputusan di tingkat ASEAN. Masyarakat sipil dalam hal ini memandang penting untuk melihat kemajuan ASEAN tidak hanya dalam konteks situasi ekonomi setiap negara ASEAN, tetapi juga kemajuan politik, penegakan hak asasi manusia, serta kesejahteraan rakyat (sosial budaya) di masing-masing negara ASEAN. Sebagai salah satu upaya mengintegrasikan suara rakyat ASEAN adalah dengan mekanisme ASEAN melalui APF. Diharapkan melalui APF dapat membangun solidaritas dan kerjasama rakyat ASEAN untuk mendorong masyarakat ASEAN yang berorientasi pada rakyat ASEAN.
Pada tahun 2010 forum serupa diselenggarakan di Ha Noi, Viet Nam. Diharapkan tahun ini forum masyarakat sipil ini akan dihadiri oleh 1200 delegasi dari negara-negara ASEAN. Forum selama 3 hari akan membahas dampak kebijakan ASEAN dalam 13 cluster untuk 33 isu-isu diantaranya mencakup ekonomi, keamanan, hak asasi manusia, keadilan gender, hak perempuan, hak anak, dan lingkungan. Hasil keputusan bersama forum akan diajukan oleh perwakilan dari 10 negara ASEAN dalam interface meeting dengan para presiden/perdana menteru ASEAN dalam KTT ASEAN ke-18 pada 7 Mei 2011.

Pada pembukaan forum, wakil presiden Indonesia, bapak Boediono memberikan kata sambutan yang disertai penyampaian key note message dari tokoh perempuan pro-demokrasi Burma, ibu Aung San Suu Kyi.

Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Mitra Perempuan Women’s Crisis Centre berpartisipasi dalam kepanitiaan pelaksana (organising committee) baik dalam penyelenggaraan workshop maupun pameran/bazaar. Khusus untuk kegiatan bazaar, Mitra Perempuan membuka meja khusus yang dikelola para relawan perempuan dengan menjual kerajinan tangan dari perempuan dan khas Indonesia, yang hasilnya untuk donasi dan menggalang dana guna mendukung layanan Mitra Perempuan Women’s Crisis Centre.

Sebagai salah satu kelompok masyarakat sipil yang khusus pada pemberdayaan dan perlindungan perempuan utamanya para survivors kekerasan terhadap perempuan; Mitra Perempuan WCC memberikan layanan tanpa biaya (secara cuma-cuma) berupa hotline, konseling, pendampingan dan shelter bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. WCC yang digerakkan oleh Yayasan Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan sejak tahun 1995, pada setiap tahunnya memberikan layanan hingga kepada sekitar 300 orang survivors (perempuan dan anak). Saat ini layanan Mitra Perempuan WCC tersedia di Jakarta (hotline 021-83790010, Bogor
(hotline 0255-8331418), Tangerang (hotline 021-7412149).

Informasi terkini tentang ACSC/APF 2011 dapat dibaca di http://hrwg.org/acs

Comments are closed.